- Cara menganyam
- Jangan kaku
- Tidak cepat bosan/putus asa
- Sebaiknya kita menganyam di lantai yang datar
- Dekatkan bahan anyaman yang sudah kita ikat rapi
- Simpan ikatan itu di samping kita untuk mempermudah pengambilan bahan
- Gunakan alas duduk yang tidak terlalu tinggi dengan lantai
- Lengkapi dengan music clasik/radio yang mengiringi kita dalam menganyam agar tidak cepat ngantuk/bosan.
- Penganyaman kipas ini berbeda dengan menganyam bilik, tolombong, tampan, atau yang lainnya. Karna caranya di balik agar kedua sisinya kelihatan rapih dan tidak ada ujung anyamannya.
- Pertama kali memuai menganyam kita siapkan dua helai irisan bamboo yang satu bagian dagingnya, nyang satu hinisnya atau lebih baik duanduanya memakai hinis agar kelihatan hasilnya rapih
- Untuk sumbu tengah kita perlu yang panjang
- Sumbu yang satunya di zig-zag ukurannya agar nanti pas kita balikan cukup untuk ukuran di anyamkan
- Kita membuat sudutnya dengan menyilangka dan melipat secara sejajar dengan bagian yang kita buat untuk sumbu tengah dengan cara menambah bahan anyaman.
- Cara menganyam ini tidak lepas dengan hitungan satu-tiga-satu sampai seterusnya, dan yang ke sampingnya jangan salah jumlah anyamannya dua.
- Lakukan itu dengan berulang-ulang sampai hasilnya menjadi segitiga, dan sampai kira-kira kita sudah pas untuk membalikan anyaman itu.
- Perhatikan pas kita mau membalikan anyaman jangan salah dan jangan lupa akhir penganyaman kita akhiri dengan kitungan satu, agar rapih hasilnya, berbeda dengan kita letakan dengan tiga, hasilnya akan terlihat tidak rapih.
- Lalu kita saatnya membalikan anyaman kita dengan cara melipat ujung terakhir yang kita anyamkan, dan menganyanya kembali ke bagian tengahnya sampai ujung
- Lakukan selanjutnya dengan cara yang sama, sampai pada akhirnya akan jadi dan siap untuk diproses selanjutnya.
Fungsi kayu disini yaitu untuk dijadikan sebagai gagang kipas, dan untuk penjepit ujung anyaman. Kayu yang kita perlukan tidak susah, ranting pohon pun bisa dijadikan sebagai gagang kipas, akan tetapi cara pembelahanya harus ekstra hati-hati, karna akan mempengaruhi kerapian.
Yang disarankan untuk bahan kayu yaitu:
- Albasia karan struktur kayunya lembut dan mudah untuk kita gergaji/di belah, akan tetapi mudah untuk patah.
- Mahuni, jenis kayu ini memang keras dan lentur, aka tetapi kuat untuk dijadikan gagang dan rapi kelihatannya, di sarankan cara pembelahanya kita menggunakan gergaji karna urat kayu didalamya sangat rapat dan susah di belah.
- Afrika, kayu ini memang jarang di gunakan karna jarang di temui, tapi bahannya bagus karena mayoritas pohon dan rantingnya lurus, kayu ini hampir sama dengan mahuni, tapi kalau kita bandingkan lebih keras mahuni, dan terdapat serabut di dalamnya.
- Salam, jenis kayu ini sangat keras dan berat, akan tetapi mudah untuk di belah. Mayoritas tumbuhnya di tepi sungai dan jarang manusia menanamnya secara sengaja jadi tumbuhnya dengan alam/burung/ tapi kebanyakannya oleh kelelawar karna buahnya yang di makan oleh kelelawar dan kalong.
Pengambilan kayu
Fungsi kayu disini yaitu untuk dijadikan sebagai gagang kipas, dan untuk penjepit ujung anyaman. Kayu yang kita perlukan tidak susah, ranting pohon pun bisa dijadikan sebagai gagang kipas, akan tetapi cara pembelahanya harus ekstra hati-hati, karna akan mempengaruhi kerapian.
Yang disarankan untuk bahan kayu yaitu:
- Albasia karan struktur kayunya lembut dan mudah untuk kita gergaji/di belah, akan tetapi mudah untuk patah.
- Mahuni, jenis kayu ini memang keras dan lentur, aka tetapi kuat untuk dijadikan gagang dan rapi kelihatannya, di sarankan cara pembelahanya kita menggunakan gergaji karna urat kayu didalamya sangat rapat dan susah di belah.
- Afrika, kayu ini memang jarang di gunakan karna jarang di temui, tapi bahannya bagus karena mayoritas pohon dan rantingnya lurus, kayu ini hampir sama dengan mahuni, tapi kalau kita bandingkan lebih keras mahuni, dan terdapat serabut di dalamnya.
- Salam, jenis kayu ini sangat keras dan berat, akan tetapi mudah untuk di belah. Mayoritas tumbuhnya di tepi sungai dan jarang manusia menanamnya secara sengaja jadi tumbuhnya dengan alam/burung/ tapi kebanyakannya oleh kelelawar karna buahnya yang di makan oleh kelelawar dan kalong.
Pengolahan rotan
Sesudah kita mendapatkan pohon rotan yang kita ambil, maka untuk pengolahan rotan bahan untuk membuat tali anyaman memerlukan beberapa proses:
- Proses penyebitan/pembelahan rotan di bagai-bagi samppai beberapa bagian
- Ketika kita membelahnya dan membaginya harus ektra hati-hati
- Setelah membaginya kita gulung dan ikat
- Usahakan dua minggu di rendam di kolam, agar lebih lentur dan tidak mudah putus, serta agar awet harus lebih lama di rendamnya.
- Setelah perendaman maka kita mengeringkan dengan cara di jemur
- Setelah pengeringan kita baru menuju ke prautan.
Tali yang berasal dari pelastik biasanya berasal dari tali yang bekas pengepakan barang, bukan sejenis rapia. Pembegaian/penyobekan dalam pelastik juga kita harus hati-hati dengan menggunakan pisau/kater.
Fungsinya sama untuk mengikat tali antara kayu dan anyaman.
Pengikatan/pemasangan tali pada kayu dan anyaman kipas
Perta-tama kita rapihkan dulu anyaman yang sebelah atas kipas, dengan cara di potong dengan rapi, supaya rapi kita memerlukan alat
- Golok
- Kayu bertali
- Kayu yang persegi, untuk memotong secara lurus dan menjepitnya.
Dalam proses pengikatan/tali berbeda dengan mengikat benda lain disini, talinya selain harus panjang, kita juga dalam penalian disarankan tidak memutuskan tali, karna agar kokoh, tidak mudah lepas dan rapi hasilnya.
